Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Januari, 2023

Orang Yang Dihukum Oleh Allah Karena Melalaikan Umur

  Sebuah hadist yang di riwayatkan oleh imam Muslim, Rasulullah bersabda :   Bersegeralah beramal, menunjukkan disini prinsip didalam kebaikan prinsipnya adalah “bersegera, tidak boleh ada penundaan”, segeralah beramal sebelum datangnya fitnah, seperti sepontong malam, sepenggal malam yang gelap gulita, dimana seseorang paginya beriman sorenya kafir, atau sorenya beriman paginya kafir. Artinya, ketika seseorang mendapati waktu dan kesempatan untuk beramal dan tidak ada faktor yang menghalanginya, maka jangan dia tunda kaena tatkala dia tunda, datanglah setelah itu fitnah sehingga dia tidak akan mampu lagi untuk mengamalkan apa yang telah dia angan-angankan. Padahal dia tidak ada uzur, faktor penghalang tidak ada, hanya saja tekad yang tidak kuat, seandainya dia bersegera dia mampu, namun dia tunda ditunda akhirnya Allah datangkan uzur yang dia tidak mampu lagi untuk menghadapinya, akhirnya betul betul tertunda terus menerus, dan terjadilah seperti yang disebutkan dalam hadist dia

Salah Satu Toleransi Yang Dibolehkan Dalam Islam

  Mudaroh , apa itu mudaroh ? yaitu menampakkan sikap yang baik kepada orang-orang kafir, tetapi tanpa mengorbankan agama. Apalagi kalau memang ada keuntungan bagi agama islam dari orang-orang kafir itu yang ingin diambil, misalnya dia ahli dalam masalah teknologi persenjataan, yang kaum muslimin belum ada yang memiliki ahli seperti dia, maka akhirnya kaum muslimin menampakkan sikap lunak kepadanya. Tetapi tanpa mengorbankan agama, tanpa mengorbankan akidah, namun dengan tujuan agar bisa diambil manfaat dan ilmunya untuk kepentingan islam, nah ini dibolehkan tetapi tidak mengorbankan agama. Adapun kalau mengorbankan agama ini namnya mudahhana , dan ini termasuk sesuatu yang dilarang dalam islam. Sumber : Faedah singkat majelis ilmu di Masjid Nurussa’adah pasar blok B sitiung 1, Kabupaten Dharmasraya. Sumber Youtube 

Cara agar umat muslim tidak terjerumus kedalam Toleransi yang kebablasan

Bentuk-bentuk memberikan wala’ kepada orang kafir yang ini diharamkan di dalam agama, berbasa-basi dengan mereka dengan jalan melakukan mudahhana, apa itu mudahhana, yaitu berusaha mencari simpati mereka, keridhoan mereka dengan cara mengorbankan agama. Seperti seseorang yang ingin agar orang-orang kafir senang kepada mereka, ridho kepada mereka tetapi dengan cara dia korbankan agamanya, akhirnya diapun ikut di dalam ritual-ritual ibadah kafir, dengan alasan supaya orang kafir itupun senang dengan mereka, atau walaupun dengan alasan agar orang kafir tersebut tidak memudhoratkan mereka. Maka ini termasuk sesuatu yang diharamkan didalam agama, bahkan orang kafir dan orang-orang musyrik pernah menawarkan kepada nabi agar nabi melakukan mudahana, apa bentuknya ? mereka berkata kepada nabi Salallahualihi wasallam, “Ya Muhammad engkau sembah tuhan-tuhan kami, berhala-berhala kami selama satu tahun, setelah itu gantian kami pula yang menyembah tuhan engkau satu tahun”. Maka Allah turunk

Salah Satu Ciri Orang Yang Bertauhid

  Adapun orang-orang yang betul-betul mentauhidkan Allah mentaati rasulnya, maka dia akan lebih memilih ridho Allah meskipun dia harus bermusuhan dengan bapaknya ketika bapaknya itu adalah orang yang menentang Allah dan rasul, bahkan meskipun dia harus bermusuhan dengan manusia seluruhnya, dengan karib kerabatnya, maka tetap dia memilih ridho Allah lebih didahulukan dari pada ridho manusia. Dan juga telah kita sebutkan bahwa ada ayat yang turun terkait dengan sahabat Abu Ubaidah Amir Bin Abdillah Abu Jarrah Rodiallahuanhu, yang membunuh bapaknya sebagai penentang rasul, bapaknya adalah orang yang memusuhi nabi Muhammad, dibunuhnya dalam peperangan badar. Maka Allah turunkan ayat sebagai pujian bagi para sahabat yang lebih mendahulukan ridho Allah dari pada ridho siapapun. Dan karena itulah para sahabat digelari dengan Rodiallhuanhum, Allah ridho kepada mereka. Sumber : Faedah singkat majelis ilmu di Masjid Nurussa’adah pasar blok B sitiung 1, Kabupaten Dharmasraya. Sumber You

Islam Adalah Agama Yang Sempurna

  Allah Subbahanahuwata’ala telah berfirman menyebutkan tentang kesempurnaan agama-Nya, “ Pada hari ini Aku sempurnakan untuk kalian agama kalian, dan Aku cukupkan untuk kalian nikmat-Ku, dan Aku Ridho islam sebagai agama bagi kalian ” (Al-Maidah: 3). Kesempurnaan agama sebagaimana yang Allah sebutkan dalam ayat diatas, adalah nikmat yang teragung untuk umat nabi Muhammad Salallhu alihiwasallam , dan karena itulah Allah berfirman “Dan Aku cukupkan untuk kalian nikmatku”, dan kemudian setelah Allah menyempurnakan agamanya, maka Allah tetapkan untuk agama itu keridhoan-Nya selama lamanya, “Dan Aku ridho islam sebagai agama bagi kalian. Islam yang mana yang Allah ridhoi, itulah dia islam yang telah Allah sempurnakan tadi, itulah yang Allah ridhoi, karena itu jika kita ingin mendapatkan keridhoan Allah, dan sampai kepada keridhoan-Nya, maka hendaklah berada diatas islam, sebagaimana yang telah Allah turunkan. Itulah islam yang sempurna yang tidak membutuhkan penambahan dan penguranga

Mencari Keberkahan Harta Dengan Bismillah

  Dimulainya sesuatu dengan Bismillah, adalah “ Littolabil Barokah ” untuk meminta keberkahan, yaitu agar Allah berikan keberkahan dalam amal perbuatan yang kita lakukan tersebut, apa makna keberkahan ? yakni hartanya berkah. Boleh jadi seseorang banyak hartanya tetapi tidak dikatakan berkah, kenapa ? tidak ada yang menumbuhkan kebaikan dari harta tersebut, boleh jadi dia adalah triliunan, milyaran, tapi dari sekian triliun uangnya, mungkin seribu rupiahpun tidak ada yang menghasilkan kebaikan, maka tidak ada gunanya yang seperti ini. Akan tetapi boleh jadi seseorang hartanya sedikit tetapi menghasilkan kebaikan yang banyak dari harta itu, maka dikatakan itu harta yang berkah. Sumber : Faedah singkat majelis ilmu di Masjid Nurussa’adah pasar blok B sitiung 1, Kabupaten Dharmasraya. Sumber Youtube

Prinsip Dakwah Di Jalan Allah

  Tidak dilakukan dakwah kecuali diatas ilmu, adapun terkait dengan dakwah ini, maka dia diatas martibnya disebutkan di dalam surat An-nahal ayat 125, dalam surat An-Nahal ayat 125 Allah sebutkan : “Serulah kejalan Robb engkau yakni dengan hikmah, dan dengan pelajaran yang baik, dan debatlah mereka dengan cara yang paling baik, ini merupakan tiga prinsip dakwah yang disebutkan dalam ayat ini”. Serulah kepada jalan Robb engkau, berarti tidaklah dikatakan sesuatu itu dakwah, kecuali kalau dia menyeru kepada jalan Allah, adapaun kalau yang dia seru kepada jalan golongan, kelompok, partai dan sebagainya, maka tidak sedikitpun itu dianggap sebagai Ad-dakwah illallah, karena timbangan Ad-dakwah illallah adalah dia menyeru kepada sabilillah kepada agama Allah, karena itulah Allah ta’ala berfirman : “Ud’u ila sabili rabbik, serulah kepada jalan Robb engkau”, adapun kalau seseorang menyeru kepada jalan orang yang dia bertaklik kepadanya, kepada mazhab orang yang dia idolakan, atau tokoh yang

Kecemburuan Yahudi Terhadap Kesempurnaan Islam

  Disebutkan dalam shohih Al-Bukhori datanglah seorang yahudi kepada amirul mukminin Umar ibnu khotob Radiallahuanhu, dan dia mengatakan, wahai amirul mukminin sesungguhnya kalian kaum muslimin membaca didalam kitab suci kalian satu ayat, seandainya ayat itu turun kepada kami (orang-orang yahudi) maka akan kami jadikan hari turunnya ayat itu sebagai hari raya, karena mereka saking bergembiranya, ayat itu terkait tentang kesempurnaan syariat. Akan tetapi Allah tidak menurunkan kesempurnaan syariat kecuali untuk umat nabi Muhammad salallahualaihi wasallam. Maka yahudi ini mengatakan, “Seandainya ayat itu turun kepada kami orang-orang yahudi, niscaya kami jadikan hari turunnya ayat itu sebagai hari raya”, maka bertanyalah sahabat Umar Radiallhu anhu, “ Ayat apa yang engkau maksud?”, lalu diapun   menjawab yakni ayat : “ ... Al-yauma akmaltu lakum d─źnakum ”, artinya pada hari ini aku telah sempurnakan untuk kalian agama kalian...” (Al-Maidah: 3), inilah ayat yang dengannya Allah menyem

Manfaat Membaca Bismillah Diawal Kegiatan

Ketika dimulai sesuatu itu dengan Bismillah, maka terkandung di dalamnya Thollabul maunnah, meminta pertolongan kepada Allah Tabaroka wata'ala, agar sesuatu yang dikerjakan itu diberi kemudahan oleh Allah, agar sesuatu yang dikerjakan itu diberikan kepada kita kekuatan dan kemudahan untuk mengerjakannya.  Memberikan keberkahan dalam amal perbuatan yang kita lakukan tersebut, apa makna keberkahan yakni tumbuh berkembangnya kebaikan dari amal yang kita lakukan tersebut, sesuatu dikatakan dia berkah karena dihasilkan disitu kebaikan dan kebaikan itu tumbuh dan berkembang.  Sumber : Faedah singkat media dakwah kajian sunnah sitiung, lokasi : Masjid Nurussa’adah pasar blok B sitiung 1, kabupaten Dharmasraya. Sumber dari Youtube .

Empat Alasan Dimulainya Sesuatu Itu Dengan Bismillah

Alasan Pertama Yakni meneladani kitab Allah ta’ala, karena Allah mengawali kitabnya dengan Bismillahirrahmanirrahiim. Kemudian alasan yang kedua adalah, meneladani para nabi dan rasul, karena para nabi alaihissalam kalau mereka menulis surat maka dimulai dengan Bismillahirrahmanirrahiim,   seperti surat nabi Sulaiman alaihissalam kepada Balqis, yang disebutkan dalam surat An-namal ayat 30, “Bismillahirrahmanirrahiim sesungguhnya surat itu dari Sulaiman dan sesungguhnya dia dimulai dengan Bismillahirrahmanirrahiim, dan apa isi suratnya, ialah : Janganlah kalian merasa tinggi dariku, dan hendaklah kalian datang kepadaku sebagai orang-orang yang berserah diri, yaitu sebagai seorang muslim. Dan juga nabi Muhammad salallahualaihiwasallam tatkala menulis surat untuk dikirimkan kepada berbagai negeri, kepada berbagai kerajaan, maka surat beliau juga dimulai dengan Bismillahirrahmanirrahiim. Kemudian alasan yang ketiga, yakni Tollabul maunnah, ketika dimulai sesuatu itu dengan Bismilla